himynameisfitrah!
"kamu tidak akan bisa memahami seseorang hingga kau melihat segala sesuatu dari sudut pandangnya…hingga kau menyusup ke balik kulitnya dan menjalani hidup dengan caranya" (harper lee – to kill a mockingbird)

what am i doing now

Share/Save

Hello, Welcome to my journey..

Share/Save

Apa Kau Punya Nomor Telefon? (Flash Friday)

* * *

Setiap harinya, Aku pergi berjalan ke tempatku bekerja di sebuah pusat ibu kota yang jaraknya tidak seberapa jauh dengan tempat tinggalku. Kurang dari lima ratus meter dan selalu melewati jalan yang sama tiap paginya. Tidak ada yang berbeda, suara kicauan burung-burung gereja di pagi hari, gemuruh kendaraan yang melintas disekitarku.

Suatu hari, tampak pemandangan yang berbeda seperti biasanya. Di ujung jalan, Aku melihat seorang gadis mengenakan coat panjang berwarna coklat dengan sorot matanya yang tajam. Rambutnya yang berwarna hitam panjang, agak ikal, menutupi sebagian dari wajahnya. Ia tampak berdiri disana. Perlahan, Aku mencoba mendekati gadis itu.

“Ia menatapku?!” tanyaku dalam hati. “Aku tahu ia akan menatapku…”

Matanya tertuju tepat kehadapanku. Kami saling memandang satu sama lain. Aku tidak tahu apa yang harus Aku lakukan. Aku tidak bisa berpikir. Tak lama Ia pergi, meninggalkan senyum dan Aku masih diam berdiri ditempat yang sama. Keesokan harinya, aku berjalan menuju tempat kerjaku. Dia sudah tidak ada di ujung jalan itu.

Hari-hari berlalu sejak Aku bertemu dan gadis itu tidak pernah terlihat muncul kembali. Ntah apa yang terjadi padanya Aku tidak pernah tahu. Aku berusaha untuk mencari tahu tentang keberadaannya. menunggunya setiap hari di ujung jalan tempat Aku dan dia bertemu saat pertama kali. Tetapi Dia tidak pernah muncul.

* * *

Dua bulan berlalu. Aku sudah berhenti memikirkannya. Aku pergi berjalan ke tempatku bekerja melewati jalan yang sama. Masih terdengar suara kicauan burung gereja di pagi hari dan gemuruh kendaraan yang melintas disekitarku. Namun ada yang berbeda di hari itu. Ditengah kerumunan orang, mataku tertuju kepada seorang gadis dengan boots berwarna merah yang tengah sibuk dengan telefon genggamnya. Ia sangat menarik.

“Bukan, bukan dia..” pikirku dalam hati.

Ini gadis yang berbeda dari yang Aku lihat beberapa bulan yang lalu. Matanya lebih kecil dari gadis yang aku temui sebelumnya. Aku pikir dia seorang Half-Persian dengan kulitnya yang putih dan bibir yang tipis. Ia berdiri disana. Aku menatapnya dari kejauhan. Beberapa saat Ia kemudian menatapku. Ia tersenyum. Aku membalasnya dengan senyum. Ia berjalan perlahan mendekatiku.

“Hai, Apa kau punya nomor telefon?” Sahutnya.

* * *

“Sometimes you just meet someone especially unusual. You just have to take a part of them and put it in your story.”

4 Maret 2011 3.41 AM

Share/Save

Latte #1 (Flash Friday)

* * *

Ini hari sabtu. Aku pikir tiada hari yang tepat untuk menikmati kopi di akhir pekan bersama Josh sahabatku. Kami sering menghabiskan waktu di akhir pekan bersama. Lagipula tidak ada orang yang mau aku ajak selain dia karena dia seorang yang bertahun-tahun hidup sendiri.

Aku mengambil telepon genggamku dan menelepon Josh.

“Josh, datanglah kemari!” sahutku lewat telepon genggamku

“Apa yang kamu inginkan?” Jawabnya “Rasanya sudah lama kamu tidak meneleponku” tambahnya “Biar kutebak, pasti kopi di akhir pekan”

“Ya! apalagi yang kuinginkan ketika aku menelefon mu di akhir pekan Josh!” kataku “aku berada di tempat kita biasa menikmati senja sore di hari sabtu dan bebicara mengenai cinta” sambil tertawa ” cepatlah datang atau kamu akan kehilangan salah satu tissue dari wanita yang baru kutemui tadi dan perjalanan cintamu”

“Belikan aku satu latte dengan gula rendah kalori” ujarnya “aku bahkan akan sampai disana lebih dahulu dari pelayan kafe itu dengan latte-ku”

* * *

Pelayan datang dengan membawa black tea pesananku dan latte. Tidak begitu lama, terlihat sosok seorang pria memakai celana cotton berwana coklat muda, t-shirt putih, dan sepatu kanvas-nya menghampiriku.

“Bagaimana? aku bahkan lebih cepat seseorang yang pergi ke toilet ketika menonton bioskop” sahut Josh sambil mengehirup latte-nya yang masih panas

“Kamu terlambat beberapa menit dari seorang pelayan wanita cantik yang datang memberikan latte yang kau pesan tadi” kataku

“Kamu datang secepat kamu pergi bercinta dengan seorang wanita, dan kemudian wanita itu meninggalkanmu” Ujarku sambil tertawa

“Sial kamu!” sahut Josh tertawa dan memukul pundakku “Mana Annie? bukannya dia yang beberapa bulan ini selalu menemanimu di akhir pekan?”

“kamu tahu apa yang aku pikirkan Josh?” sahutku

“Pernahkah kamu menonton film Stranger Than Fiction? Aku ingin seperti Maggie Gyllenhaal di film itu. Tetapi aku tak tahu, aku terlalu takut untuk harus membayangkan Jatuh di ketinggian, atau aku harus tertabrak bis kota”

“Pernahkah kamu menonton Eternal Sunshine of the Spotless Mind?”

“Aku ingin menjadi Joel Barish dan menghapus ingatanku”

Josh memotong pembicaraanku dan menghirup latte-nya yang terakhir “Kamu tahu apa yang aku pikirkan?”

“Belikan aku latte yang ke-dua!” Sahutnya  “Sepertinya ini akan lebih panjang dari fiksi mini”

* * *

Tulisan amatiran ini juga saya iseng-iseng ikut sertakan di flash fiction competition di Ubud Writers Festival
klik link ini http://flashfiction.ubudwritersfestival.com/2010/09/latte-3/ untuk mem-vote tulisan saya :)

Share/Save

avatar wawbaw saya

fitrah400

ini adalah avatar saya yang dibuat oleh salah seorang sahabat bernama Age. Dia adalah seniboi setempat yang juga tergabung dalam grup super image Sungsang Lebam Telak. Saya tidak tahu, kenapa avatar ini agak jauh dari saya aslinya (yang ganteng dan rambutnya miring-miring gimana gitu..kekeke) Disini saya lebih tampak seperti pujangga era Oscar Wilde. Hehe, ya namanya juga apatars. Disyukuri aja. Terima kasih ageee :D

Share/Save

kata (bagian dua)

Banyak hal akhir-akhir ini yang tidak dapat saya bagi kedalam bentuk tulisan. Beberapa part-nya cukup menarik sekaligus rumit (bagi saya) sehingga saya sendiri pun tidak tahu bagaimana cara menuliskannya. Saya hanya dapat merasakannya. Saya akan menulis sebuah lagu, lalu saya merekamnya, dan kemudian saya hapus kembali karena kurang puas dengan hasilnya.

Kadang saya ingin membawa hal ini kearah yang sesimple mungkin, seperti kalian semua. Saya ingin menjadi seperti orang kebanyakan. Seringkali ini tidak lebih simple dari kelihatannya. Saya tidak bisa mengatur hati saya, itu terlalu sulit. Saya hanya membatasinya saja dengan nalar seadanya. ini seperti membuka buku diari. kamu melihat satu-persatu halamannya lalu kamu baca kembali. Ada bagian yang akan kamu hapus, ada juga bagian yang akan kamu lewatkan halamannya begitu saja, dan ada halamanya yang mengingatkanmu dengan salah satu nama. Walaupun kamu tidak tahu bagaimana akhirnya

Hal yang bisa selalu saya syukuri adalah, saya belajar banyak hal dari sini. Saya percaya, ada satu hal yang tidak pernah berubah dari kita.. tidak ada kata yang lebih indah daripada apa yang benar-benar kita lakukan.. jika saya tidak dapat mengucapkan sebuah kata yang indah, saya akan melakukannya saja… tanpa perlu berkata-kata…

“If you judge people, you have no time to love them.”
— Mother Teresa

Share/Save

my custom project for Hardwear Shoes

35764_134754753207125_100000178037946_348780_4645996_n

Ok, ini adalah custom project (sebenernya iseng-isengan) saya dengan Hardwear Shoes, Salah satu brand sepatu di kota Bandung. Saya suka dengan hal-hal yang simple, termasuk sepatu. Saya menamakan sepatu ini Owen, terinspirasi dari musisi favorite saya. Owen adalah adalah band asal chicago yang merupakan solo project dari Mike Kinsella (American Football, etc)  Lagu-lagunya yang simple tapi mewakili setiap aspek dalam kehidupan kita yang harusnya lebih sederhana. Pemilihan warna hijau dan coklat merupakan representasi dari alam sekitar kita…

check Hardwear shoes at : Hardwear Shoes

check Owen music at : http://www.myspace.com/mybandowen

Share/Save

sebuah surat dari sahabat…

Nanti,tanpa direncanakan,saya ingin bertemu dan ngobrol berdua sama kamu, sambil menghabiskan hari. Bercerita, sambil menghabiskan makanan. Tertawa sambil mengingat kekonyolan masa lalu dan tidak ambil pusing tentang apa-yg-mereka-khawatirkan-soal-yg-namanya-masa-depan.

Cuma ada saya dan kamu. Karena semenjak tinggal dan bekerja di dki djaya, saya menjadi orang yg cemburuan. Cemburu pd nama-nama lain yg bisa menghabiskan begitu banyak waktu bersama mu di Bandung. Cemburu pd nama-nama lain yg kamu tag di facebook atau bahkan di twitter. Cemburu pd nama-nama lain di ponbuk hp kamu dan apalagi deretan nama di-dial-list-nya atau di kotak penuh sms.

Cemburu krn, mereka bisa banyak membagi isi pikiran dan keluh kesah nya bersamamu dengan begitu mudahnya.

Cemburu krn, mereka bisa memeluk hangat dirimu tanpa harus terhalang jarak dan mencium wangi khas badanmu.

Cemburu karena,mereka bisa menghabiskan waktu dgn leluasa bersama seorang sahabat yg bisa menjelaskan arti tulus yg sebenarnya tanpa banyak kata dan gestur tubuh berbicara.

Cemburu karena,mereka bisa menghabiskan waktu dng leluasa bersama seorang sahabat yg selalu berusaha u/ siap sedia “berada disana” ketika mereka memintanya.

Cemburu karena,mereka bisa menghabiskan waktu dgn leluasa bersama seorang sahabat yg selalu sanggup memberikan ruang bebas u/ menjadi diri mereka sendiri sepuasnya tanpa terhalang gengsi atau apapun.

Disini, saat kicau burung berlomba u/ didengarkan dan deru kendaraan mendominasi pagi,

saya yg seperti ini dan akan selalu menjadi begini ingin kamu sehat setiap hari, supaya kamu bertambah rejeki, sampai pd akhirnya bertemu istri yg bisa mengerti kenapa saya selalu merasa tidak pernah cukup waktu untuk menikmati hadirmu mengisi cerita disemua babak hidup.

Saya sayang kamu Fitrah Kurnia Akbar, walau terkadang rasa sayang ini dipenuhi amarah penuh kedengkian, sayang itu tetap menyala mengalahkan setiap ledakan.

Doa saya, semoga kamu bisa menjadi orang yg menjadi tujuan anak2 saya ketika mereka sdg merasa muak kepada ibunya. Dan dgn pelan meyakinkan pd mereka,bahwa saya hanya orang yg sangat cemburuan dan penuh ketakutan krn merasa takut kehilangan.

I love you pit, as always.

Dynna.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

Share/Save

And then you realize in this too she was right.

We know what we are, we’re just negotiating the price. We know we were right, but sometimes we wants a different perspective, we want to look at it. And then you realize in this too she was right.  We both know which one of us was wrong, we both know which way of us went wrong, but we make up a lie,,,

-fit

Share/Save

boys don’t cry

my sketch on isketch iphone app. Sometime, We turned on the radio- too fitting to find ‘boys don’t cry’ by The Cure. We sang along but we got the words wrong..

Share/Save

hanya saja, saya tidak tahu bagaimana akhirnya..

Pernahkah kamu terbangun dari tidurmu, mengalami mimpi yang sama, namun ketika terbangun, kamu sudah ada di sebuah keadaan dan kondisi yang berbeda. Satu waktu, saya pernah berfikir tentang hidup saya sekarang. Dimulai dari terbagun hingga tertidur. Sometime, I woke up and felt differently. Saya bangun dari tidur saya dan merasa segala hal telah berubah dari biasanya.

Kadang kita menyesali itu semua, kadang kita merenungkan hal itu. Tetapi seringkali saya merasa beruntung…ya saya merasa beruntung. Saya merasa lebih baik sekarang. Hal terakhir yang selalu membuat kita sedih adalah karena kita selalu mengingat hal-hal yang baik saja di kehidupan saya yang dulu. Mengingat bagaimana ia membangunkan kamu di pagi hari, mengingat bagaimana dia menatap kamu, dan mengingat bahwa bantal yang kamu tiduri adalah sebuah kado yang dia berikan kepadamu di hari ulang tahunmu.

Saya masih ada di tempat yang sama ketika saya terbangun hari ini, bangun tidur di kasur yang sama, di matahari yang sama, di udara pagi yang sama, dengan rambut yang selalu mendekati curly ketika bangun tidur, bau yang sama, dengan berat yang masih turun naik 5 kilo setiap minggunya. dengan menu sarapan yang..mm saya lupa, saya tidak pernah sarapan. hee

Saya rasa, sebuah hal yang wajar jika kita merenungi apapun yang pernah kita buat di hari yang lalu, sangat sangat fair. menyadari bahwa ternyata kita ternyata bersama-sama melakukan kesalahan di waktu yang lalu. Saya sangat menyesal harus mengatakan bahwa saya telah salah mengambil langkah dalam beberapa hal, dan kita sama-sama melakukan kesalahan itu. Jika saya memiliki sebuah kesempatan. Suatu saat, saya hanya ingin berdua saja denganmu, as a friend, maybe a goodfriend, dan mengingat semua hal yang pernah kita alami di masa-masa dulu…semua hal yang indah, every bedtime talks, hmm, dan saya pikir waktunya belum tepat.. seperti joel barish dan clementine.. hanya saja, saya tidak tahu bagaimana akhirnya..

fit

Share/Save